๐€๐ค๐ฌ๐ข ๐Œ๐๐ˆ ๐ค๐ž ๐Ÿ’๐Ÿ”๐ŸŽ: ๐๐ž๐ซ๐ž๐ฌ๐ฆ๐ข๐š๐ง ๐“๐ž๐ฆ๐ฉ๐š๐ญ ๐๐ž๐ฅ๐š๐ฃ๐š๐ซ ๐๐š๐ซ๐ฎ ๐‘๐ฎ๐ฆ๐š๐ก ๐๐ž๐ฅ๐ข๐ญ๐š ๐Ÿ

Bukan sekadar seremoni, hari ini menjadi penanda lahirnya kembali harapan. Sebuah ruang baru yang hadir dari keteguhan, dari perjuangan, dan dari keyakinan bahwa cahaya literasi tak akan pernah padam.

Kami pernah kehilangan tempat belajar karena penggusuran. Tapi dari situ kami belajarโ€”bahwa semangat berbagi ilmu tidak bisa digusur. Justru dari tantangan itu, tumbuh kekuatan baru untuk terus melangkah.

Inisiatif ini tidak berdiri sendiri. Ia lahir dari kolaborasi, kepedulian, dan keyakinan bersama bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk belajar dan berkembang.

Rumah Pelita bukan hanya ruang belajar. Ia adalah rumah harapan. Tempat di mana mimpi anak-anak mulai dirangkai, dijaga, dan dikuatkan.

Karena kami percaya, setiap anak berhak untuk belajar, berhak untuk bermimpi, dan berhak untuk masa depan yang lebih baik.

Comments are closed.